KH Ahmad Mustofa Bisri, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menegaskan bahwa identitas kita adalah sebagai orang Indonesia yang beragama Islam, bukan sebaliknya. Pernyataan ini menekankan bahwa umat Islam merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia, bukan sekadar pendatang. Sebagai warga negara, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan bangsa di tengah keberagaman yang ada.
Abdul Malik Gismar, dalam bukunya *Homo Indonesiaensis: Sebuah Megaproyek Psikologis*, mengajak setiap individu untuk menghayati keindonesiaan secara utuh, terlepas dari latar belakang suku, etnis, atau agama. Ia menekankan pentingnya menjadikan identitas kebangsaan sebagai landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Berbeda-beda tetapi tetap satu.
Bhinneka Tunggal Ika
Buku tersebut menguraikan bagaimana nasionalisme Indonesia terbentuk dari pengalaman kolektif di bawah penjajahan, yang memunculkan kesadaran akan pentingnya persatuan. Bahasa Melayu, yang telah lama menjadi lingua franca di Nusantara, turut memperkuat semangat kebangsaan dan menjadi simbol kesepakatan dalam Sumpah Pemuda.
Semangat persatuan ini menuntut kita untuk mengesampingkan egoisme dan primordialisme demi kepentingan bersama. Dengan demikian, keberagaman yang ada bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang memperkuat identitas nasional kita sebagai bangsa Indonesia.




1 Comment
Aspernatur ut fugit et reprehenderit quia consequatur. Quia excepturi aperiam quas veniam libero. Soluta aliquam enim occaecati similique. Est veritatis velit Laborum veritatis perspiciatis similique enim. Rerum repellat error repellendus. Quia odit incidunt atque illo perferendis. officiis nam et asperiores. Architecto sed fuga magnam non error asperiores. Provident nostrum incidunt nisi molestiae et. Dolores enim nesciunt dolor officiis Possimus illo vitae aperiam accusantium. Molestiae voluptas quis quisquam. Enim impedit sunt ut. Non rerum beatae voluptas fugit eaque. Aut cum deleniti et recusandae nihil exercitationem.